Tutorial | Bisnis | Finance

Monday, March 30, 2020

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona

| Monday, March 30, 2020
4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Penyebaran virus corona yang semakin hari semakin luas, tak terbantahkan memiliki dampak negatif pada ekonomi global. Tak hanya negara berkembang seperti Indonesia yang terpengaruh, Tetapi negara yang memiliki ekonomi yang lebih besar seperti Amerika Serikat (AS) dan China, juga terkena dampak dari corona virus tersebut.

lembaga ekonomi global, termasuk bank, menerbitkan ramalan yang buruk untuk perekonomian dunia. Bahkan bank-bank Jerman, Deutsche Bank, menyebut masa ini adalah masa terjadi resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Tapi tidak semua prediksi memberikan citra buruk. Di sisi positif, global pemulihan ekonomi corona virus pascaserangan diharapkan akan berangsur pulih secara cepat. Jika penyebaran corona virus berakhir pada Juni 2020, perekonomian bisa meningkat pada semester kedua tahun ini.

Berikut perkiraan kondisi ekonomi global akibat virus corona, empat lembaga internasional:

Moody

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Lembaga keuangan AS ini memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 akan berkontraksi dengan minus 0,5 persen. Jumlah ini baik-baik saja pada awal proyeksi sampai akhir 2019, yang menyerukan untuk pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 dari 2,6 persen.

Perubahan drastis yang proyeksi ekonomi, yang tak terbayangkan sebelumnya, karena adanya serangan virus corona, yang telah meluas dan berdampak pada setidaknya 175 negara di seluruh dunia. Salah satu hal buruk yang Moody prediksi akan munculnya PHK massal.

Moody mengkalkulasi, negara-negara maju akan mengalami kontraksi ekonomi sebanyak 2 persen. Sementara di negara-negara berkembang atau emerging market, pertumbuhan tetap positif 1,9 persen. Sementara zona euro turun 2,2 persen.

JPMorgan

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Investasi perbankan terbesar di Amerika Serikat menyatakan bahwa resesi ekonomi akibat corona virus melanda AS dan Eropa pada bulan Juli. Resesi adalah pertumbuhan negatif dalam ekonomi selam dua kuartal berturut-turut.

Menurut JPMorgan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dalam dua kuartal pertama tahun ini, masing-masing akan mencapai kurang dari 2 persen dan kurang dari 3 persen. Sementara Eropa masing-masing setidaknya 1,3 persen dan 3,3 persen.

JPMorgan menambahkan, pemulihan sangat ditentukan oleh respon dari masing-masing negara, untuk menghindari perlambatan dalam ekonomi.

IMF

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebutkan virus corona telah berubah menjadi krisis keuangan dan ekonomi. Managing Director IMF Kristalina Georgieva, menilai situasi lebih buruk dari krisis yang terjadi pada tahun 2008.

Ada sejumlah indikator yang digunakan oleh IMF menyebut krisis ekonomi dan keuangan ini. sinyal umumnya digunakan dari awal resesi ekonomi, pasar saham jatuh, melemahnya nilai tukar, output dari modal asing terus meningkat, sampai harga minyak menurun dan komoditas global.

Untuk pertumbuhan ekonomi global IMF juga memprediksi pada 2020 akan negatif. Sementara salah satu rekomendasi utama IMF, adalah menopang konsumsi dalam negeri, terutama di negara-negara berkembang dan miskin di dunia.

Deutsche Bank

4 Ramalan Ekonomi Dunia Akibat Virus Corona
Salah satu bank utama dunia yang disebut Jerman, resesi ekonomi yang disebabkan oleh virus corona adalah yang terburuk dalam 80 tahun terakhir atau sejak Perang Dunia II. Dalam perkiraan, Deutsche Bank disebut resesi akan berlangsung pada semester pertama 2020. Tetapi kabar baiknya adalah, ekonomi akan segera pulih sepanjang sisa 2020.

Tim Deutsche Bank Peter Hooper, memperkirakan ekonomi China adalah yang merupakan  kedua kekuatan ekonomi dunia terbesar akan menurun 31,7 persen pada kuartal pertama. Tapi akan pulih kuat pada tiga bulan ke depan. Sementara pertumbuhan ekonomi di AS akan turun 12,9 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Related Posts

No comments:

Post a Comment